Kebiasaan mencuci wajah cukup ternyata berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Bahkan disebutkan bahwa sebaiknya wajah dicuci selama dua menit.

Terapis kulit James Vivian mengatakan, mencuci wajah selama dua menit membantu mempersiapkan kulit sebelum kita memakai skin care. Kandungan bahan dari skin care dapat meresap dengan baik di kulit yang bersih.

“Mencuci wajah dapat membersihkan kulit dari minyak dan kotoran. Selain itu, bisa melapisi dan mengembalikan tekstur kulit,” kata terapis yang berbasis di Melbourne itu.

Sebelum mencuci wajah, ada baiknya menguncir rambut agar tidak mengganggu. Setelah itu, tuangkan sabun wajah ke tangan dan gosok hingga berbusa.

Kemudian mulailah mencuci wajah dengan gerakan melingkar di seluruh wajah sambil dipijat lembut. Pijatan dapat menstimulasi sistem limfatik dan membuat sirkulasi darah ke kulit menjadi lebih baik.

Jangan lupa untuk membersihkan pula area sekitar leher dan belakang telinga. Terakhir, bilas wajah dengan air hangat.

Air hangat berfungsi untuk menghilangkan kotoran karena membuka pori-pori dan tidak membuat kulit meradang serta dehidrasi. Ini sangat dianjurkan untuk kulit yang berjerawat atau memiliki rosacea.

Apabila wajah sudah bersih, usap dengan handuk. Langkah selanjutnya adalah menggunakan skin care seperti pelembap, serum, atau exfoliator.

“Di pagi hari gunakan skin care yang mengandung bahan untuk melindungi kulit, terutama SPF dan antioksidan. Sedangkan di malam hari, gunakan skin care dengan kandungan bahan peremajaan untuk memperbaiki dan memulihkan kondisi kulit,” ujar Vivian.

Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan. Bagi yang tidak terbiasa mencuci wajah selama dua menit, ketika memulainya penting untuk memantau reaksi kulit.

Sebab ada jenis kulit yang tidak bisa dibersihkan terlalu lama. Jika kondisinya seperti itu, maka durasi pembersihan bisa dikurangi.

“Perhatikan juga pijatan dan frekuensi mencuci wajah, temukan teknik yang pas sesuai kondisi kulit. Sebaiknya wajah dicuci dua kali sehari agar pembersihan tidak berlebihan,” imbuh Vivian.